Agenda Kegiatan Mahasiswa UNIMUS Semarang di Desa Ngroto

Jum’at, 16 Agustus 2019 pukul 18.30 WIB
Telah diselenggarakannya malam tirakatan dan festival hadroh dalam rangka memperingati HUT RI ke- 74 di Desa Ngroto Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan yang diikuti warga Desa Ngroto, Para Santri dan Mahasiswa dari BEM FKM UNIMUS. Apa itu malam tirakatan?
Malam tirakatan adalah malam tasyakuran untuk memperingati HUT RI ke-74. Acara tersebut sangat meriah dan hikmad. Adapun rangkaian acaranya terdiri dari pembukaan dengan membaca Al-Fatihah bersama, sambutan dari Bapak As’adul Munir S.H yang merupakan kepala desa Ngroto, tilawah, murotal, tahlil dan istiqosah yang kemudian diakhiri dengan makan bersama. Dilanjutkan dengan festival hadroh yang diikuti oleh Pesona Nurul Mustofa, Ponpes Darus Su’ada, Ponpes Miftahul Huda, Remaja Asyroqolan serta para masyarakat desa Ngroto yang telah memeriahkan acara malam tirakatan. Disamping itu acara diisi dengan pengumuman dan penyerahan sertifikat serta uang pembinaan kepada pemenang lomba.
Diujung acara malam tirakatan dan festival hadroh ditutup dengan hubbul waton yang diiringi dengan rebana. Dapat dilihat bahwa kebersamaan dan kekeluargaan antar warga Desa Ngroto sangatlah baik dan rukun. Ini dapat kita jadikan contoh bahwa kebersamaan dan kekeluargaan perlu ditanamkan sejak dini untuk menunjukkan rasa persatuan dan kesatuan kita sebagai warga negara Indonesia.

Sabtu, 17 Agustus 2019
pagi hari pukul 08.00 WIB
Telah berlangsung upacara memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74 di lapangan Desa Ngroto yang diikuti para murid SD, SMP, SMA/S MK, guru, pegawai UPT, perangkat desa, mahasiswa dari BEM FKM UNIMUS, serta para keamanan desa. Upacara berlangsung sangat hikmad sampai acara selesai.
Setelah Upacara, para jajaran upacara menuju Balai Desa untuk Ramah Tamah yaitu makan bersama yang diselenggarakan oleh Ibu-Ibu PKK Desa Ngroto.
Malam hari pukul 19.00 WIB
Telah berlangsung acara Harlah Yaspia ke-37 yang diikuti seluruh warga Desa Ngroto, para jamaah alkhidmah dari berbagai kota, para santri dan mahasiswa dari BEM FKM Universitas Muhammadiyah Semarang. Acara tersebut diisi dengan majlis dzikir dan Maulidurrosul Muhammad SAW, tausiah, dan doa bersama.
Adapun sambutan dari pengurus Yaspia yang menyampaikan rasa syukurnya bahwa harlah yaspia sudah ke-37 serta menginformasikan bahwa ada program beasiswa bagi penghafal Al-Qur’an dengan minimal hafal 5 juz. Yaspia juga mendirikan bangunan 3 lantai dengan 9 ruangan. Setelah itu dilanjut dengan dakwah. Terakhir doa dan penutupan acara.

Sabtu, 31 Agustus 2019 pukul 16.00 – 19.00 WIB
Telah dilaksanakan do’a bersama Malam Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriyah yang diikuti oleh para santri laki-laki maupun perempuan, warga sekitar pondok dan mahasiswa dari BEM FKM Universitas Muhammadiyah Semarang di Masjid Pondok Pesantren Miftahul Huda, Ngroto.
Diawali dengan sholat ashar berjamaah, dzikir kemudian berdoa akhir tahun. Setelah berdoa, para santri tidak meninggalkan masjid untuk menunggu waktu maghrib dengan di selingi makan snack yang telah disediakan Ponpes. Setelah itu, para santri sholat maghrib berjamaah, sholat tasbih, dzikir berjamaah lalu berdoa bersama untuk awal tahun dan sholat isya’ berjamaah. Terakhir para santri kemudian kembali ke Pondok untuk ramah tamah.
Minggu, 01 September 2019 pukul 07.00 – 12.00 WIB
Telah dilaksanakan suronan atau 1 suro yang dihadiri oleh para santri, jamaah dari luar kota, warga Desa Ngroto, dan mahasiswa dari BEM FKM Universitas Muhammadiyah Semarang. Acara tersebut diisi dengan majlis dzikir dan Maulidurrosul Muhammad SAW, pembacaan yasin, tausiah, dan doa bersama.

  1. Pada sabtu, 14 september 2019 penyuluhan tentang inovasi, packing dan marketing yan dibawakan oleh mba eli, rian anggi dan mba nasya. Penyuluhan ini bertujuaan untuk , memajukan desa ngroto baik dari masjid, ponpes dan makanan , menginovasi makanan agar menjadi produk yang lebih dikenal masyarakat luas.
    Inovasi produk makanan dg packaging yg lebih menarik baik dari wadah (besek, plastik obat, toples) dan penyajian yang didesain seperti produk insatan. Produk diberi label agar dikenal masyarakat luas. Pada pengenalan ini dilakukan contoh dari ibu Aminah dipandu kakak Bem dg memberikan variasi rasa pada tempe kripik.
    Packing ada 2 opsi diantaranya
    1. Tempe buntel dibungkuss dlm plastik obat isi 10 ditata rapih dan diberi label.
    Label berisi, nama produdk, berat bersih, komposisi, tgl exp. Pada pengenalan packaging ini dilakukan cara membuat label bersama narasumber
    2. mengunakan wadah spt besek,
    Tujuan dari packing tersebut untuk membuat tempat produk yang lebih menarik dan bisa meningkatkan daya jual.
    Setelah melalui inovasi baik dari wadah dan rasa secara penasarab juga mengalami inovasi menggunkaan media sosial agar mudah diakses oleh masyarakat luas. Salah satunya menggunakan Wa, Fb, IG. Selain itu biaya yg dikeluarkan tidak banyak. Berdasarkan narasumber yang sudah beralih menggunakan medsos sbg media penjualan keuntungan yang didapat lebih banyakk dari pada ketika menjual produk secara manual.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *