Kemenristekdikti visitasi ke Ngroto sebagai Desa Wisata Religi yang kembangkan oleh Tim PHBD BEM FKM Unimus


15 November 2019
Aktivitas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tidak hanya seputar rapat, musyawarah atau diskusi saja, juga melakukan pengabdian kepada masyarakat. Seperti yang dilakukan BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muhammadiyah Semarang yang memberdayakan masyarakat Desa Ngroto Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. untuk mengembangkan desanya. Melalui kegiatan Program Hibah Bina Desa (PHBD) yang didanai oleh Dirjen Belmawa Kemenristekdikti mereka mengemas kegiatan bertajuk “Pengembangan Desa Wisata Religi Ngroto melalui RUGUNA LANDING (Rumah Guna Pelatihan Branding)”.
Terdapat potensi besar yang melatarbelakangi kegiatan PHBD dan menjadi kekuatan dalam program pengembangan desa. Potensi tersebut adalah berbagai bangunan religi Islami berarsitektur unik, budaya Islami masyarakat setempat juga sentra industri olahan tempe khas Desa Ngroto. Kegiatan demi kegiatan dilakukan BEM FKM untuk mengembangkan desa Ngroto menjadi Desa Wisata Religi mulai dari penyuluhan kesehatan, penyuluhan hygiene dan sanitasi industri tempe, pemasangan plang hadist nabi, pembuatan buku, pembuatan leaflet wisata Ngroto dan masih banyak lagi hingga mencapai batas waktu yang telah ditentukan yaitu 6 bulan. Akhirnya Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melakukan visitasi ke Desa Ngroto untuk melihat hasil kegiatan yang telah dilakukan oleh BEM FKM Unimus selama 6 bulan. Ucap salah satu perwakilan dari Kemenristekdikti “cukup manarik bagi kami melihat desa Ngroto sebagai Desa Wisata Religi dan harapan kedepannya setelah kegiatan yang dilakuakn oleh BEM FKM Unimus ada salah satu kelompok warga yang dapat meneruskan dan mengembangkan Ngroto sebagai Desa Wiasta Religi melalui program-program yang kreativ yang bertujuan untuk membuat desa Ngroto lebih dikenal di masyarakat luas”.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *