Pembukaan program hibah bina desa

Pembukaan program hibah bina desa
Rabu, 31 juli 2019 telah berlangsung acara pembukaan progwram hibah bida desa di desa ngroto kecamatan gubug kabupaten grobogan.
Acara yang dihadiri oleh Kaprodi FKM Unimus, Dosen pembimbing, Kepala desa dan perangkat, BPD, LPMD, RW, Kader Forkesdes, Pramuladi, Masyarakat, dan panitia. Rangkain acara ini dimulai dari pembukaan, sambutan-sambutan, penyampaian rencana program hibah bina desa yang terdiri dari penyampaian program secara umum, desa wisata, home industry, diskusi, penutup.
Isi sambutan
1. Sambutan dari kepala desa ngroto (Ashadul munir,S.H)
Beliau menyampaikan bahwa desa ngroto mendapat kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa dan masyarakat untuk membangun desa terutama di bidang religi dan beberapa pembinaan usaha rumahan yang ada di desa ngroto seperti keripik tempe. Kegiatan yang sudah dimulai oleh mahasiswa dengan menemui pengusaha keripik tempe dan akan dibantu dalam pembinaan untuk cara pengemasan yang lebih menarik, agar menjadi daya tarik penjualan.
2. Sambutan dari kaprodi FKM (Dr. Sayono, SKM,M.Kes(Epid)
Beliau menyampaikan tentang mahasiswa yang akan mengabdikan ilmu ke masyarakat dan memilih desa ngroto untuk menjadi tempat pelaksanaan program hibah bina desa, dan beliau juga menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan untuk melaksanakan kegiatan tersebut didesa ngroto. Beberapa kegiatan yang bertujuan untuk menjadikan desa ngroto menjadi desa wisata religi, sekurang-kurangnya semua kegiatan yang ada didesa ngroto dapat didokumentasikan dalam sosial media agar mudah untuk di kenal oleh masyarakat luas.
Maksud dari PHBD :
Program yang bertema pengembangan desa wisata religi ngroto melalui RUGUNA LANDING (Rumah Guna Pelatihan Branding) yang akan dilakukan untuk pengembangan desa yang mempunyai potensi-potensi positif yang ada didesa ngroto yang dapat dikembangkan menjadi desa wisata religi. Dan bertujuan untuk mengenalkan desa ngroto dengan keunikan yang ada di desa seperti Pondok pesantren Assalafi Miftahul Huda mempunyai kegiatan rutin malam 17 Qomariyah, Masjid Jami’ Sirojuddin yang mempunyai keunikan bangunan tengahnya yang masih menggunakan kayu, home industri pengolahan tempe. Rencana pengembangan desa wisata religi yang akan dilakukan didesa ngroto mempunyai 2 tujuan program yaitu Wisata Sanset (wisata bahasa arab dan pesantren sehat) dan Sentra industri tempe dan pengolahanya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *