Survey dan Observasi PHBD BEM FKM UNIMUS

Survey dan Observasi PHBD BEM FKM
Senin, 15 Juli 2019 Bem Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang melakukan Observasi di Desa Ngroto Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan dalam acara Program Hibah Bina Desa (PHBD) . Observasi dilakukan di Pondok-pondok Pesantren, TPQ dan Industri rumahan pembuatan tempe buntel dan kripik tempe. Ada 14 kelompok yang melakukan observasi. 14 Kelompok dibagi menjadi 2 yaitu 7 kelompok untuk observasi ke Pondok-pondok Pesantren dan TPQ, dan 7 kelompok lagi untuk observasi ke industri rumahan pembuatan tempe buntel dan kripik tempe.
Agenda pertama dimulai dengan berkumpul di kampus untuk briefing untuk pengarahan menuju Desa Ngroto kemudian berangkat ke Balai Desa Ngroto. Di Balai Desa Ngroto disambut oleh Bapak Slamet selaku Ketua (Kamituwo) Balai Desa Ngroto. Bapak Slamet memberikan arahan untuk observasi dan menunjukkan tempat-tempat yang akan di observasi. Selanjutnya berangkat menuju tempat-tempat yang akan diobservasi dengan membawa surat ijin untuk melakukan observasi. Di TPQ para santri mengaji pagi, sore dan malam. Para santri rata-rata anak TK,SD dan SMP. Mereka mengaji iqro’ dan Al-Qur’an. Santri terdiri dari perempuan dan laki-laki. Pada saat mengaji mereka di pisah dengan duduk yang di depan untuk perempuan dan dibelakang untuk laki-laki. Mayoritas santri berasal dari Ngroto sendiri.
Setelah melakukan observasi di TPQ dilanjutkan observasi ke salah satu home industri yang ada di sana adalah tempe buntel, disana kami berkesempatan mewawancarai salah satu warna yang memiliki home industri tempe tersebut. Warga tersebut yaitu Bapak Abdul wahab, Bapak Abdul memulai home industri tempe pada tahun 1985 hingga sekarang. Bisnis tempe Bapak Abdul berkerjasama dengan keluarga, pengbungkusan tempe yang digunakan bapak wahid yaitu tempe yang dibungkus daun pisang dengan bentuk segiempat. Penggunaan plastik sebagai pembungkus tempe sudah pernah dilakukan bapak Abdul namun daya pemasarannya tidak setinggi menggunakan pembungkus daun pisang, oleh karena itu bapak Abdul menggunakan pembungkus daun. Home industri pak Abdul sudah memiliki perijinan dari pemerintah kabupaten.
Kemudian agenda selanjutnya kembali ke Balai Desa Ngroto untuk sholat dan istirahat. Lalu ucapan terima kasih yang di sampaikan oleh saudara Elli selaku ketua PHBD untuk Bapak Slamet dan tim PHBD. Terakhir adalah pulang ke rumah masing-masing.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *